Bagaimana Hasil Mobil China yang Coba Dobrak Dominasi Mobil Jepang

Bagaimana Hasil Mobil China yang Coba Dobrak Dominasi Mobil Jepang – Sahabat Otomotif Bandung, Dominasi penjualan mobil di Indonesia memang masih banyak dari mayoritas pabrikan Jepang. Tapi, beberapa tahun terakhir produsen otomotif asal China mulai menggempur pabrikan Jepang. Dua produsen otomotif China, Wuling dan DFSK, mencoba mengusik dominasi merek Jepang.

Bagaimana Hasil Mobil China yang Coba Dobrak Dominasi Mobil Jepang

Mengutip data penjualan yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), salah satu dari pabrikan China masuk daftar 10 merek terlaris di Indonesia. Adalah Wuling yang menduduki posisi 9 merek terlaris di Indonesia.

Wuling berhasil melampaui penjualan Nissan. Pada 2019, Wuling menjual 21.112 unit mobil baru (retail sales/penjualan dari diler ke konsumen). Sedangkan Nissan menjual 12.570 unit mobil baru.

Baca juga : Wuling Urutan Nomor 8 Di Indonesia

Di tengah pasar otomotif yang menurun, Wuling malah bisa menaikkan angka penjualan. Penjualan Wuling pada 2019 naik 39,2% dibanding 2018. Sebagai pembanding, Wuling pada 2018 menjual 15.162 unit mobil baru (angka retail sales).

Bagaimana Hasil Mobil China yang Coba Dobrak Dominasi Mobil Jepang

 

Baca Juga : Harga Wuling Bandung 2020

Pangsa pasar Wuling juga naik. Tahun 2019, Wuling meraih kue pasar sebesar 2%, naik dari 1,3% tahun 2018. Mobil China lainnya, DFSK, juga mengalami kenaikan penjualan di tengah penurunan pasar otomotif tahun 2019 lalu. Kenaikan penjualan DFSK mencapai 288,6%.

Tahun 2018, DFSK menjual 839 unit. Sedangkan tahun 2019 penjualan DFSK meningkat tajam menjadi 3.260 unit. DFSK meraih pangsa pasar 0,3% pada 2019, naik dari 0,1% tahun sebelumnya.

Untuk dicatat, data di atas diambil dari angka penjualan retail sales atau penjualan dari diler ke konsumen. Penjualan mobil China tahun 2019 memang tidak sebanyak ‘raksasa’ otomotif Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi dan Suzuki. Tapi, kenaikan angka penjualan dan pangsa pasar dua merek China itu seakan membuktikan keduanya mencoba mendobrak dominasi merek Jepang.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *