Kaca Mobil Dibuka Saat Tes Tabrak

Sahabat Otomotif Bandung sering melihat video tes tabrak? kadang pihak pemberi ulasan hanya peduli dengan apa yang terjadi setelah ditabrak dan tentu saja ratingnya. Tersirat seperti,”Wah, crumple zone-nya efektif nih,” atau “Aduh, pilar A-nya sampe bengkok begitu,” atau”Kira-kira habis tabrakan pintunya masih bisa dibuka nggak ya?”. Tapi ada yang luput dari kita namun disadari oleh pembaca kami adalah : Setiap tes tabrak frontal, kaca mobil pasti dibuka.

Kaca Mobil Dibuka Saat Tes Tabrak, kenapa ? Ini Jawabannya

Jika bukan gara-gara komentar pembaca atau warganet di sosial media jagat raya, kami pun belum tentu sadar. “loh iya ya, kenapa dibuka?” begitu yang kami pikir saat menyadari hal ini. Kebetulan, kami sempat berjumpa dengan pihak ASEAN NCAP selaku pihak yang menilai tingkat keamanan mobil di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jadi, kenapa tiap kali tes tabrak jendela mobil selalu dibuka?

Baca Juga : Bagian Mobil Hybrid Yang Rentan Rusak Kalau Terendam Banjir

Pihak ASEAN NCAP yang diwakili teknisi spesialis laboratorium tes tabrak, Yahaya Bin Ahmad menuturkan kalau jendela mobil dibuka untuk menghindari refleksi lampu studio lab terpantul di kaca mobil dan membuat pembacaan data via kamera jadi tidak jelas.”Kaca itu reflektif, dan lab kami dibuat terang oleh lampu, jadi jendela kami turunkan supaya titik-titik pergerakan pada crash test dummy bisa terbaca jelas di kamera tanpa terganggu refleksi lampu di kaca mobil,” katanya.

Masuk akal, sebab sebagaimana sebuah studio foto, laboratorium tes tabrak milik ASEAN NCAP harus diberi pencahayaan optimal karena aktivitas tes tabrak akan dipublikasikan dalam bentuk foto dan video tes tabrak. Selain untuk konsumen sendiri, foto dan videonya berguna untuk ASEAN NCAP dalam mencocokkan hasil kalkulasi dengan efek yang diterima crash test dummy saat ditabrakkan. Untuk tes tabrak samping, hal ini tidak berlaku karena data yang diambil masih bisa lumayan jelas tanpa perlu melepas kaca depan mobil.

Berbeda dengan proses foto studio atau bahkan proses shooting review mobil di Youtube yang bila ada kesalahan pengambilan gambar lalu bisa mengulang adegan, ASEAN NCAP tidak mau ada retake. Mereka menghabiskan waktu lama untuk memastikan semua siap tes tabrak, dan kalau ada kesalahan, tidak bisa diulang lagi. Iya dong, karena mobil yang sudah menabrak pasti hancur dan tidak bisa dipakai lagi. Bisa sih cari mobil lagi, tapi itu bakal mengeluarkan biaya yang sangat mahal, jadi lebih baik mempersiapkan sedetail mungkin hingga tak ada ruang untuk kesalahan.

Sumber :HILLARIUS SATRIO AutonetMagz.com

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call ERIS
Whatsapp