Tips Membeli Mobil, Sesuaikan Dengan Pendapatan

2
com_content.article
(7 votes, average 2.86 out of 5)
Tips Membeli Mobil, Sesuaikan Dengan Pendapatan2.86 out of 50 based on 7 voters.


Membeli mobil tak hanya sebatas membayar harga mobil itu saja, tapi aspek–aspek lain juga harus diperhitungkan. Aspek lain tersebut berupa perawatan kendaraan yang seharusnya, jenis bahan bakar yang sesuai dan pajak tahunan.

Saat ini kami akan mencoba mengulas pemilihan mobil bekas untuk Anda yang mempunyai pendapatan Rp 10 juta per bulan.

Pendapatan bulanan harus diatur sedemikian rupa agar Anda bisa hidup nyaman, tanpa banyak beban. Sekaligus juga memastikan bahwa masa depan Anda, pasangan, dan anak akan terlindungi. Lalu, bagaimana sebaiknya persentase gaji bulanan Anda dibagi?

Berikut adalah penjelasan dari Godo Tjahjono, SE, M Si, RFC, praktisi bisnis dan keuangan. Persentase yang harus ditabung atau saving ratio berkisar antara 10-50 persen.

Menurut nara sumber kami yang bekerja sebagai financial planner di Prudential dan tidak mau disebutkan namanya, cara mengatur gaji untuk pembagian persentasi, berikut sarannya :

1. 15% tabungan (tidak boleh diutak-atik kecuali darurat, anggap saja uang hilang).

2. 10% asuransi.

3. 60% untuk kebutuhan sehari-hari (makan, kebutuhan harian, tagihan, cicilan, bayaran sekolah dan segala kebutuhan konsumsi lainnya).

4. 5% rekreasi.

5. 10% dana cadangan.

Kalau dilihat dari pembagian tersebut, maka biaya perawatan mobil masuk kebutuhan sehari – hari dengan persentase 60 persen. Tapi ingat 60 persen itu adalah untuk seluruh biaya kebutuhan sehari – hari. Jika gaji Anda Rp 10 juta, maka 60 persennya adalah Rp 6 juta rupiah. Dari Rp 6 juta, anggaplah hanya 10 persen yang bisa dikeluarkan untuk biaya perawatan kendaraan. Yaitu sekitar Rp 600 ribu per bulan atau dalam 1 tahun adalah Rp 7,2 juta. Berikut pengeluaran yang dibutuhkan untuk mobil antara lain adalah :

BIAYA PERAWATAN
Perawatan mobil sa¬ngatlah penting, pastikan Anda mampu merawat mobil yang sudah dipilih dengan benar. Jika memang ada komponen yang sudah harus diganti, maka gantilah dengan suku cadang yang asli dan jangan diakali agar mobil Anda tetap selalu dalam kondisi prima. Salah satu perawatan rutin yang dilakukan adalah servis pergantian oli, filter, dan beberapa komponen mobil yang sudah aus.

Menurut Popo Herman atau yang akrab dipanggil Asen, pemilik bengkel spesialis BMW Auto Gemilang di bilangan Antasari, Jakarta Selatan, “Servis mobil dilakukan jika mobil sudah melaju setiap 8 - 10 ribu km. Biasanya yang harus diganti adalah oli mesin, oli garden dan filter oli. Biayanya tergantung dari spesifikasi mobil. Untuk beberapa suku cadang fast moving, biasanya yang diganti adalah suspensi dan sistem pengereman berupa piringan rem dan kampas rem.”

Biayanya sekitar Rp 5 juta tergantung berapa banyak komponen yang diganti berdasarkan varian dan tahun kendaraannya. Karena tiap kendaraan berbeda – beda harga suku cadangnya.

Sementara Menurut Willy, anggota di komunitas BMW E46ers Indonesia, “Saya biasanya menservis mobil 1 tahun dua kali. Biaya servis mobil per 6 bulan sekali sekitar 800 ribu rupiah untuk penggantian 4 liter oli mesin untuk mesin 4 silinder, 2 liter oli garden dan filter oli. Jadi dalam satu tahun saya menganggarkan biaya sebesar Rp 1,6 juta, belum termasuk biaya perbaikan mobil jika ada komponen yang mesti diganti.”

Jadi untuk mobil yang mempunyai mesin 4 silin¬der, kira – kira biaya yang harus dikeluarkan dalam 1 tahun adalah sekitar Rp 1,6 juta untuk servis. Sementara mobil yang mempunyai mesin 6 silinder akan memerlukan oli mesin seba¬nyak 6 liter. Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih besar karena harus membeli 2 liter oli lagi. Pastikanlah Anda memilih kapasitas mesin sesuai dengan kemampuan Anda.

BAHAN BAKAR YANG DIKONSUMSI
Bahan bakar yang dikonsumsi harus sesuai dengan spesifikasi mobil Anda. Bahan bakar yang sesuai untuk mobil tahun 2000 ke atas adalah bahan bakar yang mempunyai oktan minimal 92. Harga satu liter bahan bakar dengan oktan 92 saat ini adalah Rp 9.950 – 10.200 tergantung merek bahan bakarnya.

Pastikan Anda memilih mobil dengan kapasitas mobil dan konsumsi bahan bakar yang Anda mampu. Banyak orang yang memaksakan dengan membeli mobil dengan kapasitas mesin yang besar, namun tidak mampu mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakar yang sesuai. Sehingga mobil diisi oleh bahan bakar dengan oktan di bawah 92 yang pada jangka panjang akan merusak mesin mobil.

Sebagai contoh nara sumber kami Willy dan Nadia. Willy selaku salah satu member di komunitas BMW E46ers Indonesia membeberkan pengalamannya. “Kebetulan saya mengendarai mobil BMW E46 318i produksi tahun 2004 dengan kapasitas mesin 2.000 cc. Konsumsi bahan bakar mobil saya 1 liter/l8 km dan rute sehari – hari saya adalah Bintaro – Senayan dalam keadaan jalan mayoritas macet. Biaya yang saya keluarkan untuk satu bulan adalah sekitar Rp 2 juta.”

Sementara itu, Nadia selaku mahasiswi salah satu universitas negeri di Jakarta mengatakan, bahwa sehari – hari menggunakan Suzuki Karimun Estilo produksi tahun 2012 dengan kapasitas mesin 1.000 cc. Konsumsi bahan bakar yang didapat sekitar 1:12 dan rute sehari – hari Cipete Jakarta Selatan – Depok dengan keadaan mayoritas macet. Biaya yang dikeluarkan dalam satu bulan adalah sekitar Rp 800 ribu. Dapat kita lihat perbedaan biaya yang lebih dari setengah antara Suzuki Karimun dengan BMW 318i.

PAJAK PER TAHUN
Pajak kendaraan adalah pengeluaran wajib tiap tahunnya bagi Anda yang memiliki mobil. Namun terkadang ada yang suka terlambat membayar pajak mobil karena berbagai alasan, salah satunya adalah masalah dana. Sesuaikanlah pendapatan Anda dengan pajak kendaraan yang harus dibayar.

Pajak kendaraan beraneka ragam dilihat berdasarkan kapasitas mesin masing – masing mobil, tahun pembuatan, dan seberapa mewah mobilnya. Semakin besar kapasitas mesin, baru dan mewah mobil, maka semakin mahal juga Anda membayar pajak.

Pastikan pilihlah mobil sesuai dengan kemampuan membayar pajak. Sebagai contoh, sebuah Toyota Avanza G VVTi tahun 2006 dengan kapasitas mesin 1.500 cc adalah Rp 1.343.000 juta. Sementara sebuah Nissan X-Trail tahun 2009 dengan kapasitas mesin 2.000 cc adalah Rp 3.900.000 juta. Terdapat selisih lebih dari 3 kalinya dengan perbedaan mesin dan tahun antara Toyota avanza dan Nissan X-Trail.

KESIMPULAN
Berdasarkan dari analisis yang sudah kami dibuat, kami menyarankan untuk Anda yang pendapatannya Rp 10 juta/bulan, maka carilah mobil yang biaya perawatan, biaya konsumsi bahan bakar, dan biaya pajak kendaraannya tidak lebih dari Rp 7,2 juta per tahun.