Sabuk Pengaman (Seatbelt) Juga Harus di Bersihkan

197
com_content.article
(0 votes, average 0 out of 5)
Sabuk Pengaman (Seatbelt) Juga Harus di Bersihkan0 out of 50 based on 0 voters.


Sabuk pengaman (seatbelt) boleh dibilang pelindung bagi pengemudi dan penumpang (bagian depan) mobil dari bahaya kecelakaan. Terkadang, komponen penyelamat ini kurang mendapat perhatian. Padahal, perawatannya sangat mudah dan sederhana. Untuk yang model tarik, permasalahan yang sering terjadi hanya tidak mau balik saja.

Bila mengalami hal tersebut, jangan langsung memvonis per penarik sudah lemah. Sebab komponen itu mempunyai daya tahan yang cukup lama. Coba perhatikan permukaan dan jalur gantungan di pilar, mungkin tersumbat oleh kotoran, bila hal itu terjadi akan membuat seatbelt tidak lancar saat ditarik.

Untuk membersihkannya cukup mudah. Cukup menggunakan sabun pembersih interior yang banyak dijual di pasaran. Bisa juga memakai sabun cuci tangan berbentuk cairan yang terlebih dahulu dicampur dengan air. Setelah itu, gosok permukaan seatbelt dengan menggunakan sikat gigi atau lap. Disarankan, saat disikat dibarengi dengan lap agar kotoran tidak menyerap.

Jangan lupa bersihkan cover pilar dan mekanisme seatbelt. Tunggu sampai kering, setelah itu dicoba tarik-ulur. Kalau sudah lancar, ada yang perlu diingat di bawah ini.

  • Seatbelt yang baik, karakternya tidak mengikat dan membatasi pemakainya. Lentur dan mengunci jika terjadi gerakan ke depan secara tiba-tiba.
  • Mekanisme kunci dan tariknya jarang ada yang mau memperbaiki lantaran komponennya kecil dan tidak tersedia. Paling mudah dengan mengkanibal dari seatbelt lain.
  • Membeli seatbelt baru lebih bagus.
  • Jika sampai harus membeli seatbelt, usahakan bahannya empuk.
  • Untuk beberapa merek mobil mewah, mekanisme seatbelt bekerja berdasarkan kecepatan. Semakin tinggi kecepatan, akan bekerja lebih sensitif.
  • Tersedia seatbelt untuk ibu hamil disebut Maternity Seatbelt (MSB). Konstruksinya dua point yang menyilang dari paha kiri ke kanan dengan bahan yang lembut, sehingga tidak berbahaya bagi perut sang ibu.

 

Sumber: