Selimut Mobil Yang Benar

170
com_content.article
(0 votes, average 0 out of 5)
Selimut Mobil Yang Benar0 out of 50 based on 0 voters.


Merawat eksterior mobil supaya tetap kinclong tak cukup dengan mencuci. Bodi perlu dilindungi, terutama jika kendaraan sudah harus istirahat alias tidak dipakai dalam waktu yang lama. Caranya menutupi dengan car cover atau biasa disebut selimut mobil.

Selimut ini didesain tak sekadar untuk menyelimuti. Fungsi utamanya, mengusir debu, embun (parkir tanpa atap), dan kotoran binatang yang menempel pada bodi. Kemudian untuk melindungi cat dari tangan jahil dan hujan yang kini mulai memasuki curahnya yang rutin saban hari.

Di pasaran aksesori otomotif, banyak sekali produk-produk car cover ditawarkan. Harganya beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga satu juta-an. Semua tergantung bahan dan ukurannya. Namun, sebelum membeli dan memakainya, ada beberapa informasi penting cara penggunaan, juga memilih produk yang baik.

Satin dan poliester
Bahan selimut mobil beragam, mulai dari plastik satu lapisan (bahannya licin), parasut atau poliester dan bahkan ada yang mengklaim waterproof alias anti-air. Asal tahu, untuk cover yang licin, tak sepenuhnya bodi terlindungi.

Apalagi jika ada pori-pori dari bahan yang terbuka, air begitu gampang masuk dan menyentuh permukaan mobil. Dampaknya, air yang menghinggap lama menimbulkan bekas noda.

Car cover yang berkualitas cukup baik memiliki bahan yang terdiri dari beberapa lapisan. Biasanya terdiri dari 4 sampai 5 lapisan dan yang terluar merupakan bahan propylene yang anti-air. Selain itu, mampu menahan sinar ultraviolet.

Lapisan kedua breathable dalam arti bisa “bernafas”. Fungsinya mengeluarkan uap-uap air yang kadang menempel, juga mengurangi genangan air yang bandel. Lapisan ketiga berfungsi sebagai penguat dan proteksi, sedangkan lapisan paling dalam (menempel ke bodi) dengan bahan yang halus (mirip wool), tugasnya mengurangi gesekan dengan bodi mobil.

 

Sumber: