Honda Harap Brio Tidak Terlalu Kena Dampak DP

51
com_content.article
(0 votes, average 0 out of 5)
Honda Harap Brio Tidak Terlalu Kena Dampak DP0 out of 50 based on 0 voters.


Honda BrioJakarta - Kenaikan DP kredit kendaraan mobil sebesar 30 persen akan mempengaruhi penjualan mobil-mobil city car seperti Brio. Honda pun berharap efeknya tidak terlalu besar.


"Brio terpengaruh? Tentunya akan ada pengaruh. Mudah-mudahan tidak terlalu kena efek.

Penjualan Brio targetnya sekitar 1.300 unit per bulan," kata Marketing & Aftersales Service Direcitor PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy di Jakarta.

Segmen city car seperti Brio merupakan yang paling rentan terkena efek kebijakan pemerintah karena biasanya pemiliknya biasanya baru pertama kali punya mobil.

Selanjutnya Jonfis menjelaskan jika kenaikan uang muka kredit tersebut menurutnya tidak mempengaruhi model Honda lainnya seperti Jazz, CR-V, City, Civic, dan Odyssey.

"Jazz tidak akan terpengaruh banyak karena harganya sudah di atas Rp 200 juta," pungkasnya.

Lalu bagaimana solusi agar konsumen Brio kebal terhadap kenaikan DP. Mengandalkan sistem kredit syariah? Dalam hal ini Jonfis kurang tertarik dengan alasan kredir syariah tidak membantu.

"Di kita masih belum banyak (kredit syariah), karena di syariah pemberian kredit ada batasan dan tidak agresif di otomotif. Ada, tapi masih kecil sekali," timpal Jonfis.

Penjualan Mobil Nasional

Sementara itu, mengenai pasar mobil Indonesia, HPM optimistis tahun ini mencapai 1 juta unit meski ada kenaikan DP tadi. Seiring perekonomian Indonesia yang baik turut membantu penjualan mobil.

"Indikator ekonomi Indonesia pada awal tahun menunjukkan yang bagus. Walaupun dalam berapa hal ada isu pembatasan premium di April dan krisis Eropa. Prediksi market awal tahun 950 ribu unit. Namun kita lihat pada Januari sampai Juli sudah 637.778 unit. Menunjukkan permintaan kendaraan di Indonesia cukup tinggi," kata Corporate Communication Manager PT HPM, Yosep Swasono Agus di Jakarta.

Yosep menjelaskan penjualan mobil di Indonesia akan terkoreksi di Agustus karena banyak hari libur. Namun ke depannya akan merangkak naik dan kemabali normal sehingga angka 1 juta unit bakal tercatat.

"Pada Agustus mungkin ada penurunan sedikit. Tapi kita pastikan bukan 900 ribu lagi tapi sampai 1 juta," ucapnya.

Yosep menambahkan jika jumlah tersebut tercapai maka merupakan penjualan terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah otomotif di Indonesia.

"Dan ini pencapai sejarah dalam industri otomotif Indonesia,"tegas Yosep.

Honda sendiri lanjut Yosep bakal mencapai target yang diinginkan yakni berada di posisi 5 terbesar produsen mobil terlaris di Indonesia pada tahun ini.

"Posisi Honda di kuartal satu ada di posisi 6, di kuartal 3 kembali berada di posisi ke-5. Dan itu kita pertahankan sampai akhir tahun. Penjualan mobil akan semakin membaik," tutupnya.