'Menyiksa' Honda Brio di Lanud Husein Sastranegara

312
com_content.article
(0 votes, average 0 out of 5)
'Menyiksa' Honda Brio di Lanud Husein Sastranegara0 out of 50 based on 0 voters.


Honda BrioBandung - Melihat bentuknya yang kecil dengan sistem penggerak roda depan tentu akan membuat orang sangsi terhadap kemampuan Honda Brio. Tapi ternyata, mobil mungil ini mampu menunjukkan kemampuannya dan melakukan gerakan

slalom dengan lincah.

Pebalap nasional Alvin Bahar mengatakan kalau Brio memiliki keunggulan di sisi mesin, suspensi dan handling yang membuatnya mampu menunjukkan kemampuan dan stabilitas yang baik.

"Mesin, suspensi dan handlingnya menyenangkan. Tenaga dan akselerasinya juga bagus. Mobil ini tidak terangkat apalagi terguling meski dibawa dengan cara yang ekstrem," ujar Alvin sebelum memperlihatkan kemampuannya berslalom dengan Honda Brio.

Dan ternyata, omongan Alvin itu terbukti. Bertempat di Lanud Husein Sastra Negara, Honda Brio yang disiksa oleh Alvin masih mampu menunjukkan kestabilannya.

"Ada banyak hal yang bisa dilakukan mobil ini dalam keadaan (spesifikasi mobil masih) standar tapi tidak bisa dilakukan oleh mobil lain dalam kondisi yang standar juga. Nanti silahkan buktikan mobil ini fun atau tidak," kata Alvin seraya mempersilahkan para jurnalis untuk menyiksa mobilnya.

detikOto pun mendapat kesempatan langka itu. Tidak mau membuang kesempatan, siksaan pun dimulai.

Jalur yang disediakan menjadi trek dadakan slalom adalah sebuah lintasan dekat hanggar pesawat yang sudah diberi cone-cone untuk dilewati dan digunakan untuk bermanuver.

Gigi pun dimasukkan dan gas langsung diinjak habis. Brio pun menunjukkan akselerasi yang bagus. Liukan ke kiri dan ke kanan mampu dilakukannya dengan stabil.

Setelah meliuk, Brio pun dipaksa untuk berputar 360 derajat dalam kecepatan tinggi yang membuat bannya berdecit.

Tapi dimensinya yang meliputi 3.610x1.680x1.485 mm dengan jarak sumbu roda 2.345 mm ternyata tidak membuat mobil ini menjadi limbung atau sulit dikendalikan.

Padahal ketika melakukan manuver berputar 360 derajat itu, rem tangan kami tarik untuk memberikan sensasi menikung yang lebih besar sekaligus menjajal kemampuan suspensi McPherson Strut yang berada di kaki depan dan H-Shape torsion beam di belakang.

Bernafas hanya sepersekian detik mobil kemudian berjalan lagi sejauh 5 meter, rem tangan kembali ditarik dan Brio dipaksa lagi untuk berbalik 180 derajat. Lagi-lagi, Brio mampu melewatinya dengan mudah.

Lepas dari titik itu, mobil pun dihadapkan pada trek lurus. Disini kemampuan mesin 1.300 cc 4 silinder SOHC i-VTEC juga kembali menunjukkan kelebihannya di akselerasi.

Tenaga dasar mobil yang berada di angka yang 100 PS dan torsi 126 Nm pun kami anggap mampu memberikan kenikmatan berkendara yang cukup menyenangkan.