Mobil Murah Bukan Ancaman Buat Brio

311
com_content.article
(0 votes, average 0 out of 5)
Mobil Murah Bukan Ancaman Buat Brio0 out of 50 based on 0 voters.


Honda BrioJakarta - Pemerintah saat ini tengah menggodok rencana kelahiran mobil murah di Indonesia. Namun Honda yang kini memiliki mobil mungil Honda Brio tidaklah takut terhadap rencana tersebut. Mobil murah dianggap tidak

akan mengganggu penjualan Brio.

Honda beranggapan kalau setiap mobil memiliki segmen sendiri. Tiap segmen itu memiliki pasar yang berbeda-beda sehingga tidak akan saling mengganggu meski pemerintah saat ini tengah mempersiapkan program low cost and green car yang mematok harga mobil yang masuk program itu di bawah angka Rp 100 juta.

"Di mobil itu ada segmen-segmennya. Seperti HP (handphone). Ada HP Rp 2 jutaan, ada yang Rp 5 jutaan. Itu kan segmen, sama seperti di mobil. Tidak ada masalah," ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy di Bandung.

Lebih lanjut Jonfis menjelaskan kalau pasar mobil kecil seperti city car diprediksi akan makin meningkat. Kebutuhan akan kendaraan dikombinasikan dengan makin meningkatnya aktifitas warga perkotaan membuat mobil yang kompak menjadi salah satu solusi praktis.

"Memang masih jauh untuk menyaingi MPV (Multi Purpose Vehicle). Secara histori MPV sudah menjadi akar orang Indonesia. Tapi kebutuhan ke depannya akan menjadi lebih banyak ke city car. Kalau negara bertambah maju, otomatis kebutuhannya dan mobilitas pun bertambah," lugas Jonfis.

"Pasar city car dari tahun lalu diprediksi naik 8 sampai 12 (persen), tahun depan diperkirakan 15 sampai 20 persen," cetusnya.

Sementara itu, mengenai ketentuan kenaikan uang muka yang sudah dilakukan untuk kredit kendaraan pun menurut Jonfis dianggap tidak akan mengganggu target yang sudah Honda tetapkan.

"Karena sebenarnya kebijakan ini kebijakan yang bagus. Untuk menghindari bubble. Dahulu, Rp 10 juta sudah bisa ambil mobil, akhirnya potensi penarikan jadi besar. Ini bagus untuk meghindari bubble economy," paparnya.

Akibat kenaikan uang muka itu, saat ini konsumen banyak diarahkan ke sistem kredit syariah. Tapi kini, kabarnya uang muka melalui kredit syariah juga akan dinaikkan.

"Itu kan memang sudah taktiknya seperti itu dari dulu. Kita sudah tahu. Karena itu saya katakan kita tidak ada masalah," tuntasnya.